Jumat, 18 April 2008

RASA ITU PALSU

Lembut halus katamu

Tenang alim jiwamu

Membuat aku merasa

Kau begitu sempurna

Rasa itu selalu bergema

Terngiang akan dirimu

Yang lama tak kembali

Meninggalkan cerita lalu

Semua sikapmu itu

Membuat aku merasa

Merasa kaulah yang terbaik

Terbaik dari yang ada

Namun aku tercengang

Saat ku tahu

Semua sikapmu palsu

Palsu menipu diriku

Kini ku memendam sakit

Ku kira kau dan aku satu hati

Namun hati itu telah hancur

Meninggalkan luka yang begitu mendalam

Mungkin kau tak pernah tahu

Aku yang selalu membanggakanmu

Aku yang selalu mengagungkanmu

Namun kau runtuhkan rasa itu

Kau tipu aku…

Kata lembut dan halusmu

Hanyalah sebuah ilusi

Untuk meyakinkan diriku

Aku tak tahu mengapa?

Mengapa kau lakukan ini padaku

Orang yang selalu membanggakanmu

Aku begitu benci padamu

Mungkin perasaan ini bias berkata

Rasa itu…

Rasa yang kau berikan padaku

Ternyata semua rasa itu palsu

KECEWA

Kau yang dulu ku banggakan

Kau yang dulu ku ibakan

Kau yang dulu kuharapkan

Dulu kau begitu sempurna bagiku

Namun ternyata dulu

Kau sembunyikan sikapmu

Sikap tingkah liarmu

Kau sembunyikan dengan rapih dan baik

Hingga kini aku tahu

Aku tertipu oleh sikapmu

Yang selalu alim di depanku

Namun di belakangku kau begitu berbeda

Katamu yang begitu kasar

Tak beretika dan teratur

Membuatku semakin tahu

Kau begitu munafik

Mengapa kau begitu berbeda

Mengapa kau memberikan sikap palsumu

Sungguh aku KECEWA

KECEWA atas semua yang ada di dirimu

Aku tak tahu,

Kenapa aku begitu sakit

Setelah tahu apa yang terjadi

Semua sikapmu ternyata pura-pura

Aku kira kaulah yang terbaik

Diantara semua orang yang kukenal

Namun kenyataanya berbeda

Kaulah yang paling menyebalkan bagiku

Kini harus kukatakan

Buah tak kan jatuh jauh dari pohonnya

Mungkin kau mengerti maksudku

Aku begitu KECEWA…

Sangat KECEWA…

KECEWA…

Dan terakhir kalinya ku katakana

Aku begitu sangat KECEWA padamu…

Rabu, 09 April 2008

Kubayangkan butir air mata memenuhi pelupuk matamu
saat kau membacakan baris-baris kasih sayang kepada buah hatimu Kusapa,
ada beberapa butir air mata menggantung di sukmaku
hendak menyeruak ke dunia menemani keharuanmu
Tak ada yang dapat kuucapkan hari ini seperti hari kemarin,
aku hanya bisa membisu coba kutulis beberapa kata ungkapan
kehormatan kepadamu yang kini duduk menyaksikan ilham Allah merasuki tulang-tulang tuamu.
Adakah aku akan melihat orang tuaku sebahagia lantunan nyanyian hatimu yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia?
aku merenung menggores bayangan butiran air matamu yang terdorong keluar oleh kebahagiaan aku berusaha menutupi jalan untuk air mataku yang tak sanggup menahan keharuan menuntut jalan keluar, mungkin hendak berteman dengan air matamu